Musyawarah Nasional dan Seminar Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia

Musyawarah Nasional dan Seminar Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia

PAEI.OR.ID – Situasi dan kecenderungan epidemiologi penyakit, maupun faktor risikonya dewasa ini menunjukkan adanya perubahan yang cepat, baik untuk penyakit endemik, penyakit menular potensial wabah, maupun penyakit-penyakit tertentu yang menjadi perhatian dunia karena pola penyebaran dan dampak yang ditimbulkannya. Kita telah berpengalaman bagaimana   menghadapi  kemungkinan terjadinya epidemi maupun ancaman pandemi antar negara, kita juga disibukkan

PAEI.OR.ID – Situasi dan kecenderungan epidemiologi penyakit, maupun faktor risikonya dewasa ini menunjukkan adanya perubahan yang cepat, baik untuk penyakit endemik, penyakit menular potensial wabah, maupun penyakit-penyakit tertentu yang menjadi perhatian dunia karena pola penyebaran dan dampak yang ditimbulkannya. Kita telah berpengalaman bagaimana   menghadapi  kemungkinan terjadinya epidemi maupun ancaman pandemi antar negara, kita juga disibukkan terjadinya berbagai perubahan pola penyebaran penyakit potensial wabah di dalam negeri akibat terjadinya perubahan iklim, dinamika kependudukan serta menurunnya kualitas lingkungan yang cukup menguras  potensi sumber daya yang kita miliki.
 
Oleh karena itu pendekatan epidemiologi yang mengutamakan pendekatan berbasis data atau bukti (“evidence based”)  sebagai dasar pengambilan keputusan melalui proses analisis yang teratur dan berkesinambungan menjadi hal mendasar untuk mampu mendeteksi kejadian penyakit, potensi faktor risiko maupun pola penyebaran serta potensi dampak yang ditimbulkannya. Dengan demikian pendekatan epidemiologi dalam pengendalian penyakit maupun penyehatan lingkungan menjadi suatu keharusan oleh pengelola program dijadikan dasar pertimbangan pengambilan tindakan antisipasi maupun tindakan pengendalian serta upaya penanggulangan terhadap kejadian penyakit dan atau upaya penyehatan lingkungan.
 
Demikian disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. H. M. Subuh, MPPM saat mewakili Direktur Jenderal PP dan PL membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) yang bertemakan “Penguatan Manajemen Kesehatan Kabupaten/Kota yang Resposif terhadap setiap Ancaman Kesehatan Masyarakat”di Kantor Ditjen PP dan PL Kemenkes RI Jakarta, pada 9 April 2013.
 
Menurut dr. Subuh, acara seminar dan munas yang dihadiri oleh Perwakilan WHO di Indonesia, Staf Ahli Menteri Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ketua Umum PAEI serta Pengurus Organisasi Profesi ini memiliki arti penting dalam perjalanan organisasi profesi dalam hal ini PAEI agar senantiasa dapat memelihara dan meningkatkan eksistensi untuk mengkaji dan mencermati perkembangan epidemiologi baik secara lokal, nasional maupun global.
 
Untuk itu, Dirjen PP dan PL berharap agar sebagai organisasi profesi PAEI ini dapat menjadi mitra Kementerian Kesehatan khususnya, pemerintah pada umumnya untuk senantiasa mengkaji dan mengembangkan pola pendekatan epidemiologi ini agar pengelolaan Program Pengendalian Penyakit dapat berjalan secara berhasil dan berdaya guna, kata dr. Subuh.
 
“Saya mengikuti perkembangan PAEI bahwa saat ini sedang melakukan konsolidasi dan upaya untuk pengembangan profesi sejalan dengan amanat peraturan perundangan yang memberikan ruang gerak yang luas kepada organisasi profesi untuk melakukan pengaturan profesi, peningkatan kemampuan teknis maupun model pendidikan epidemiologi. Saya berharap banyak agar PAEI mampu memberikan “warna” yang semakin baik dalam mengembangkan pendekatan epidemiologi”, ujar Dirjen PP dan PL yang disampaikan melalui Sekretaris Ditjen PP dan PL Dr. M. Subuh.
 
dr. Subuh juga menuturkan dalam sambutan Dirjen bahwa saat ini, Direktorat Jenderal PP dan PL beserta UPT yang menjadi tanggung jawab Dirjen PP dan PL merupakan unit kerja yang memiliki pejabat fungsional epidemiologi, di samping sanitarian dan entomolog kesehatan yang menjadi “pilar utama” dalam pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Selaku unsur pimpinan, Dirjen PP dan PL senantiasa mencermati perkembangan kemampuan teknisnya. Sebagai gambaran saat ini, bekerja sama dengan BPSDM dan “donor agency” telah dikembangkan pendidikan FETP di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM)  dengan degree S2, serta pelatihan teknis jarak jauh untuk PAEL. “Hal ini menunjukkan bahwa kami sangat membutuhkan kemampuan teknis yang handal untuk para epidemiolog kesehatan”, tutur dr. Subuh.
 
Dirjen PP dan PL melalui Sekretaris Ditjen PP dan PL dr. Subuh yang mewakilinya juga menyampaikan beberapa hal penting kepada organisasi PAEI antara lain Pertama, agar organisasi PAEI harus senantiasa berbenah agar mampu menjadi wadah yang dinamis dari para epidemiolog kesehatan dalam mengkaji dan mengembangkan pendekatan epidemiologi dalam pengelolaan program dan kegiatan, khususnya dan pembangunan kesehatan pada umumnya. Kedua, sejalan dengan amanat peraturan perundangan PAEI harus memberi jaminan para anggotanya untuk mendapat “naungan” dengan rambu etika, standar profesi, maupun kemampuan teknis yang berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,  pola perkembangan penyakit serta faktor risikonya. Ketiga, PAEI dapat berperan sebagai “jembatan” pola pengelolaan program di era desentralisai ini, mengingat penyakit tidak mengenal batas wilayah administrasi pemerintahan, karena saat ini ada kecenderungan upaya pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan agak menurun di daerah, dan hal ini dapat memicu berkembangnya “re & new emerging diseases”.Keempat, Direktorat Jenderal PP dan PL senantiasa terbuka untuk mendapat masukan dan bahan pertimbangan dan bentuk kritik yang membangun dalam pengelolaan Program PP dan PL terutama berkenaan dengan pencapaian sasaran MDG’s 2015 yang masih memerlukan kerja keras untuk mencapainya.
 
Pada akhirnya dr. Subuh mewakili Dirjen PP dan PL mengharapkan pertemuan hari ini dalam rangka seminar untuk membahas manajemen kabupaten/kota yang responsive dan MUNAS PAEI untuk memilih kepengurusan yang baru dapat berlangsung lancar dan sukses. Di era demokrasi ini dinamika dalam kepengurusan organisasi menjadi hal yang lumrah dan menambah “warna” dinamika untuk mencapai tujuan organisasi. Ke depan Dirjen PP dan PL terus mengharapkan jejaring kerja dan kemitraan yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan khususnya dalam peningkatan kemampuan teknis, pengkajian pendekatan, dan penyelenggaraan pendidikan serta pelatihan teknis epidemiologi. Jejaring yang saya maksud adalah mencakup jejaring di daerah maupun jejaring antar Pusat dan Daerah, kata dr. Subuh.
 
Source: http://pppl.depkes.go.id/focus?id=961

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *