Cegah Lumpuh Layu Di Nabire, 20 Tenaga Surveilans Dapat Pelatihan SKDR

Cegah Lumpuh Layu Di Nabire, 20 Tenaga Surveilans Dapat Pelatihan SKDR

PAEI.or.id –  Bertempat di Aula Dinas Kesehatan kabupaten Nabire, Selasa (25/06), telah dilaksanakan Pelatihan Surveilans Lumpuh Layuh Mendadak (Acute Flaccid Paralysis) dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) berbasis offline.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Nabire, Yulian Agapa M.Kes, dan diikuti 20 orang tenaga surveilans dari RSUD Nabire dan Puskesmas di kabupaten Nabire.

Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan ini, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Papua, yang juga dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Uncen Papua, DR. Hasmi, S.KM, M.Kes.

Dipaparkan nara sumber, tujuan dari pelatihan surveilans ini adalah untuk mendapatkan gambaran penyebaran kasus polio di suatu wilayah, memantau kecenderungan penyakit, deteksi dan prediksi terjadinya KLB penyakit serta menyediakan informasi untuk perencanaan pembangunan pelayanan kesehatan.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, petugas surveilans dapat mengetahui permasalahan dan kendala yang dihadapi di lapangan, serta meningkatkan kinerja, keterampilan dan membantu melaksanakan kegiatan surveilans di daerah masing-masing sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

Di hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan surveilans di Puskesmas Topo Jaya, Distrik Uwapa kabupaten Nabire.

Seperti diketahui, selama bulan Maret-April 2019, Dinkes Papua menemukan 17 kasus lumpuh layu yang terjadi pada anak berusia 0 bulan sampai 15 tahun.

Kasus lumpuh layu itu didapati di belasan kabupaten di Papua yakni Kabupaten Nabire, Boven Digoel, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Keerom, Lanny Jaya, Memberamo Raya, Mamberamo Tengah, Mappi, Kepulauan Yapen, Merauke, Timika, Paniai, Puncak Jaya, Sarmi dan Kabupaten Supiori. (Nabire.Net)

 

Sumber: http://www.nabire.net/