alterntif text

Selayang Pandang PAEI dan Aktivitasnya

Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia

PAEI.OR.ID – Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) didirikan pada tanggal 14 Maret 1989 di komplek FKM-UI Depok. Hadir pada peresmian tersebut antara lain, Dr. Fahmi Saifudin, Dekan FKM beserta staff, dan Prof. Dr. J. Sulianti Saroso sebagai salah seorang tokoh epidemiologi serta para tokoh lainnya. Sebagai Ketua PAEI yang pertama adalah Prof. Bucahari Lapau yang dilanjutkan pada masa kepengurusan berikutnya, berturut-turut sebagai ketua adalah DR. I. Nyoman Kandun (selama 2 periode) dan saat ini dijabat oleh  Dr. dr. Hariadi Wibisono.

PAEI sudah mempunyai standar profesi berdasar SK PAEI No. 56/PAEI/VII/2011 tanggal 12 Juli 2011, dan sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia dengan Nomor Surat AHU-21.AH.01.06 tahun 2010. Disahkan dengan Akta Notaris R. KUSMARTONO, SH. No. 06 tanggal 20 Januari 2010.

Sesuai dengan Anggaran Dasar yang dicantumkan dalam Akta Notaris, tujuan dari PAEI adalah:

  1. Mengembangkan ilmu pengetahun dan metode epidemiologi untuk memecahkan masalah yang berkaiatan dengan kesehatan.
  2. Mendukung upaya peningkatan derajat dan pelayanan kesehatan masyarakat.
  3. Memperjuangkan kepentingan profesi dan anggota.

PAEI mendirikan Lembaga  Pengembangan dan Pengkajian Epidemiologi Indonesia dengan Akta Notaris R. KUSMARONO, SH., No. 01 tanggal 1 Desember 2009 sebagai wadah pengembangan dan pengkajian epidemiologi di Indonesia.

PAEI mempunyai cabang di 15  provinsi antara lain yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara. Namun demikian, PAEI mempunyai perwakilan hampir di semua provinsi dan berbagai kabupaten/kota.

PROGRAM YANG SUDAH DILAKUKAN

Menyiapkan dan telah melaksanakan berbagai pelatihan di bidang epidemiologi, bekerjasama dengan unit terkait baik dalam dan luar negeri seperti:

  1. Pelatihan Epidemiologi Dasar terhadap Petugas  Pusat, KKP dan BTKL.
  2. Pelatihan Epidemiologi dan GIS terhadap Petugas Kesehatan di Provinsi dan Kabupaten di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bekerjasama dengan Pusdiklat Aparatur Badan PPSDM.
  3. Pelatihan Epidemiologi dan GIS terhadap Petugas Pusat dan KKP.
  4. Pelatihan Surveilans Epidemiologi Lintas Batas di Provinsi Banten.
  5. Pelatihan Jabatan Fungsional Epidemiolog, bekerjasama dengan Ditjen PP dan PL, Badan PPSDM dan berbagai BBPK/Bapelkes yang dilaksanakan setiap tahun.
  6. Pelatihan Asisten Epidemiologi Lapangan (PAEL) baik klasikal dan PAEL jarak jauh online (PJJ PAEL) bekerjasama dengan Badan PPSDM dalam tahun 2012-2015 sebanyak 3 (tiga) angkatan dengan meluluskan peserta ± 249 orang. Peminat pelatihan online ini cukup besar, walaupun kendala relatif banyak. PAEI berperan mulai dari pengembengan kurikulum, modul, pengembangan media pelatihan serta peran sebagai tutor selama proses pelatihan. Pelatihan ini diharapkan dapat dikembangkan terus bekerjasama dengan Ditjen PP & PL, Badan PPSDM serta BBPK.
  7. Menyiapkan Pelatihan Manajemen untuk pimpinan dengan komponen Epidemiologi. Bekerjasama dengan Badan PPSDM dan ADINKES. Uji coba pelatihan sudah dilaksananakan pada bulan Juni 2014.
  8. Menyelenggarakan Pelatihan tentang Survailans Keamanan Pangan terhadap petugas BP POM pada tahun 2013.
  9. Menyelenggarakan Outbreak Investigation Training Program di Dilli, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Timor Leste dan WHO Timor Leste. Pelatihan ini dilanjutkan dengan penyelenggaraan TOT Epidemiologi terhadap pejabat Timor Leste.

Bekerjasama dengan institusi lain, lintas program dan Internasional dalam pelaksanaan seminar dan pertemuan:

  1. Seminar tentang International Heath Regulation dihadiri oleh pejabat dan staf P2PL Pusat, KKP, BTKL serta anggota PAEI.
  2. Menyiapkan Seminar dan Pelatihan Epidenmiologi terhadap petugas rumah sakit. Bekerjasama dengan Badan PPSDM, URINDO, Ditjen BUK dan beberapa rumah sakit.
  3. Membina, memantau dan memperkuat peraturan perundangan dari program-progarm P2PL seperti Survailans, Karantina Kesehatan, ISPA, Malaria, TBC, Filaria, Frambusia dll. Sudah dilaksanakan secara rutin mulai dari tahun 2012.
  4. Menyelenggarakan seminar bekerjasama dengan WHO tentang Lansia dan District Helath Management pada tanggal 9-10 April 2013, bersamaan dengan MUNAS ke-3 tanggal 10 April 2013.
  5. Menyelenggarakan pertemuan untuk menyusun Roadmap Epidemiologi, bekerjasama dengan WHO.
  6. Menghadiri pertemuan-pertemuan internasional yang dilaksanakan oleh WHO dan Organisasi Profesi Internasional tentang pendidikan FETP.

Menetapkan nomenklatur dan syarat pendidikan untuk profesi jenjang 7 dan 8 (lulusan S1 dan S2) sesuai dengan KKNI. Usulan diserahkan kepada Badan PPSDM.
Menyusun buku tentang PROGRAM IMUNISASI DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA, bekerjasama dengan Subdit Imunisasi dan BIO FARMA.

Beberapa GAGASAN dan KONSEP yang sedang dikembangkan oleh PAEI seperti:

  1. Manajemen Kesehatan berbasis Epidemiologi.
  2. Uji coba Penerapan Manajemen Berbasis Epidemiologi di beberapa Dinas kabupaten/kota dan di Puskesmas Parung.
  3. Mendukung pelaksanaan program KIS  melalui peningkatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM).
  4. Menyiapkan Laboratorium Epidemiologi Lapangan di kecamatan Parung. PAEI punya asset berupa bangunan di  Parung, tenaga professional Epidemiologi di setiap tingkat mulai dari Puskesmas, Dinkes kabupaten/kota, provinsi, BTKL, KKP, RS dll. Meliputi jumlah yang diperlukan, nomenklatur, syarat pendidikan, syarat pelatihan, tupoksi, KEWENANGAN KHUSUS.
  5. Menyiapakan peraturan menteri kesehatan tentang penyelenggaraan pekerjaan dan praktek tenaga Epidemiologi Kesehatan, bekerjasama dengan MTKI.
  6. Uji Coba Manajemen KKP di KKP Tanjung Priok.
  7. Melakukan inventarisasi dan penataan organisasi Cabang dan anggota.

Berdasarkan proposal yang diajukan  PAEI ke CDC Atlanta pada tahun 2015 ini, PAEI telah melakukan penandatangan kerjasama (MOU) antara PAEI dengan Allert Asia (Alliance for Emerging and Reemerging Infecsius Deseases Threats in Asia) pada tanggal 18 Desember 2015, berupa dukungan pendanaan untuk berbagai kegiatan PAEI selama 5 tahun yaitu; “PELAKSANAAN PROGRAM MEMPERKUAT SISTEM PENGEMBANGAN TENAGA DAN KARIER DIBIDANG EPIDEMIOLOGI SERTA PENGUATAN ORGANISASI CABANG PERHIMPUNAN AHLI EPIDEMIOLOGI DI INDONESIA DALAM RANGKA PENGUATAN SISTEM SURVEILLANCE”. Kegiatan di tahun pertama ini telah mulai berjalan sejak tanggal MOU ditetapkan, program kerja yang dilaksanakan di tahun pertama difokuskan pada peningkatan dan penguatan organisasi PAEI.

Jakarta, Maret 2016
Pengurus Pusat-Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia